Ngada, Jerebu’u-Dona 7 Februari 2026

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena, bersama jajaran Pemerintah Provinsi melakukan kunjungan langsung ke rumah dan lokasi kejadian almarhum Yohanes Bastian Roja di Desa Naruwolo I, Kabupaten Ngada Pada hari sabtu, 7 Februari 2026. Kunjungan yang juga dihadiri oleh Rektor Institut Nasional Flores (INF), Ketua STIPER, Ketua STKIP Citra Bakti Ngada, Rektor Universitas Flores, Wakil Bupati Ende, Bupati Nagekeo, Bupati Ngada, serta Wakil Bupati Ngada tersebut menjadi bentuk empati dan tanggung jawab pemerintah dan akademisi atas peristiwa tragis yang menimpa salah satu warganya. Kehadiran para pimpinan daerah dan akademisi ini menjadi simbol empati dan tanggung jawab bersama atas peristiwa tragis yang terjadi, sekaligus penegasan komitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan kemanusiaan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT menyampaikan ungkapan belasungkawa dan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa wafatnya Yohanes Bastian Roja bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Ngada, tetapi juga telah menjadi duka nasional bahkan internasional.Gubernur menyebutkan bahwa peristiwa ini telah mendapat perhatian luas, termasuk dari Presiden Republik Indonesia dan jajaran pemerintah pusat. Hal ini, menurutnya, menunjukkan keseriusan negara dalam merespons dan mengevaluasi peristiwa tersebut secara menyeluruh. Pada pertemuan dengan keluarga dan masyarakat, Gubernur secara terbuka mengakui adanya kelalaian serta berbagai kekurangan pemerintah dalam pelayanan publik, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan sosial. Ia pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat NTT. “Atas nama pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf karena negara belum sepenuhnya hadir dan menjalankan program sosial dengan baik, sehingga peristiwa ini bisa terjadi,” ujar Gubernur. Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk berbenah dan bekerja lebih baik ke depan. Ia berjanji akan memperbaiki sistem pelayanan publik serta memastikan seluruh unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat bekerja bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV , menyampaikan pesan kepedulian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Bapak Prof. Dr. Adrianus Amheka. Ia menyatakan bahwa kakak dari almarhum Yohanes Bastian Roja akan diberikan beasiswa pendidikan dari kementerian sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab negara di bidang pendidikan.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Naruwolo I, Tadeus Sina, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT beserta seluruh jajaran yang telah datang langsung ke rumah dan lokasi kejadian korban. “Kami masyarakat Desa Naruwolo I merasa bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur dan jajaran. Kehadiran ini menjadi penguatan bagi keluarga korban dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki pelayanan publik, serta memastikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.



