
Ngada, 8 April 2026 — Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, melaksanakan kunjungan lapangan di STKIP Citra Bakti pada Senin (8/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah PP-PTS dalam rangka pendokumentasian pemanfaatan peralatan hibah dalam proses perkuliahan.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WITA ini menghadirkan tim dari Ditjen Dikti yang terdiri dari Wirosada, Ayman Musyaffa, Adam Rahman, dan Ahmad Facri.
Dari pihak kampus, kegiatan ini dihadiri oleh penanggung jawab Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd., ketua tim Dr. Dimas Qondias, M.Pd., anggota tim Fransiskus Xaverius Dolo, M.Pd., Karmelia Rosfinda Meo Maku, M.Pd., serta Wakil Ketua Bidang Non Akademik Efrida Ita, S.S., M.Pd. dan Bidang Akademik Wilibaldus Bhoke, M.Pd.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung terkait pemanfaatan peralatan hibah, kondisi akademik, tata kelola institusi, kualitas sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang dimiliki kampus.
Selama kegiatan berlangsung, tim Ditjen Dikti menggali berbagai aspek penting, mulai dari proses pembelajaran dan kurikulum, kinerja dosen dan tenaga kependidikan, sistem manajemen kampus, fasilitas akademik, hingga pelayanan kepada mahasiswa.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), mencakup aspek seleksi, transparansi, dan ketepatan sasaran serta kebermanfaatan beasiswa ini dalam penyelesaian studi mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan wawancara langsung dengan mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata dari sisi penerima layanan pendidikan. Sebanyak empat mahasiswa dari Program Studi PJKR dan PG-PAUD turut diwawancarai. Selain itu, tim juga mewawancarai satu mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah serta satu mahasiswa disabilitas penerima beasiswa yang sama.
Tim Ditjen Dikti menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran yang memberikan dampak nyata.
“Pemanfaatan peralatan TIK dalam perkuliahan tidak hanya sebatas penggunaan, tetapi harus berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian mahasiswa,” ujar perwakilan tim Ditjen Dikti.
Penanggung jawab kegiatan dari pihak kampus, Dek Ngurah Laba Laksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk refleksi dan penguatan institusi.
“Kunjungan ini memberikan banyak masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan sarana pembelajaran,” ujarnya.
Dalam rangka pendalaman informasi akademik, tim juga mewawancarai dosen dari Program Studi PJKR dan PG-PAUD, yakni Joseph Marsianus Rewo, M.Pd., dan Andi Nafsia, M.Pd. Wawancara tersebut berfokus pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta pemanfaatan alat bantu yang bersumber dari Hibah PP-PTS Tahun 2025.
Joseph Marsianus Rewo menjelaskan bahwa fasilitas dari hibah tersebut sangat membantu dalam pembelajaran praktik, khususnya pada pelatihan sepak bola.
“Alat-alat bantuan dari Hibah PP-PTS Tahun 2025 sangat mendukung kegiatan praktik mahasiswa, termasuk dalam pembelajaran pelatihan sepak bola. Kami menampilkan video pertandingan untuk dianalisis oleh mahasiswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan aplikatif,” katanya.
Sementara itu, Andi Nafsia menambahkan bahwa pemanfaatan sarana tersebut juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.
“Dengan adanya fasilitas dari hibah ini, mahasiswa lebih mudah memahami materi karena dapat langsung mempraktikkan serta menganalisis pembelajaran secara nyata,” ungkapnya.
Tim Ditjen Dikti juga menyampaikan bahwa hasil kegiatan ini akan menjadi bahan penting untuk pengembangan program ke depan.
“Hasil kunjungan ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program yang sama untuk tahun ini. Program PP-PTS Tahun 2026 akan dilaunching pada Senin, 13 April 2026,” ujar perwakilan tim Ditjen Dikti.
Selain itu, mereka juga mengungkapkan bahwa dokumentasi kegiatan di kampus akan dipublikasikan secara luas.
“Hasil capture aktivitas perkuliahan di STKIP Citra Bakti akan didokumentasikan dan ditayangkan melalui kanal resmi Diktisaintek,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dalam suasana kondusif dan penuh kerja sama. Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata serta mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan sarana pembelajaran di STKIP Citra Bakti.



