Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Citra Bakti menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertema “Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar” sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 7 hingga 10 April 2026, melalui kemitraan dengan SLB Negeri 1 Badung, Bali; SLB Negeri Bajawa, NTT; serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, NTT.
Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 225 mahasiswa PGSD semester 4 dan 8. Kegiatan diawali pada tanggal 7 April dengan pemantapan peserta pelatihan guna mempersiapkan mahasiswa secara optimal sebelum memasuki sesi utama.

Memasuki hari kedua, 8 April 2026, kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt. Wakil Ketua Bidang Akademik STKIP Citra Bakti, Wilibaldus Bhoke, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keseriusan mahasiswa dalam mengikuti pelatihan ini. Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu dengan baik dan mampu mengaplikasikannya saat terjun langsung ke dunia pendidikan, khususnya dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ketua panitia yang juga menjabat sebagai Plt. Koordinator Prodi PGSD, Maria Patrisia Wau, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya prodi dalam memberikan nilai tambah berupa pendamping ijazah bagi mahasiswa. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan inklusif di sekolah dasar.

Pada hari pembukaan, peserta mendapatkan pemaparan materi dari tiga narasumber, yaitu Paskalina Masi selaku Kepala SLB Negeri Bajawa, Marsianus Meka sebagai dosen STKIP Citra Bakti di bidang Bimbingan dan Konseling, serta Imelda Sato selaku Kepala Bidang Sekolah Dasar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada. Ketiga narasumber tersebut memberikan wawasan terkait kebijakan, layanan pendidikan, serta pendekatan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah.
Kegiatan berlanjut pada hari ketiga dan keempat dengan sesi pelatihan intensif yang dibawakan oleh Emy Prabawati, M.Pd, guru ahli dari SLB Negeri 1 Badung, Bali. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan materi mendalam mengenai diagnostik anak berkebutuhan khusus, strategi penanganan di kelas inklusi, pengenalan bahasa isyarat, serta analisis aspek non-kognitif peserta didik ABK.
Saat berita ini ditayangkan, sesi hari ketiga sedang berlangsung. Kegiatan direncanakan ditutup pada Jumat, 10 April 2026.



