Home / Update / Harmoni “Hui” di Nusa Ceningan Bali Dalam Program Magang: Mahasiswa STKIP Citra Bakti Bawa Alat Musik Tradisional Ngada Mendunia

Harmoni “Hui” di Nusa Ceningan Bali Dalam Program Magang: Mahasiswa STKIP Citra Bakti Bawa Alat Musik Tradisional Ngada Mendunia

NUSA CENINGAN, BALI – Langit biru dan deburan ombak di Nusa Ceningan menjadi saksi bisu sebuah kolaborasi budaya yang memukau. Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik semester 6 dari STKIP Citra Bakti Ngada, yang tergabung dalam grup musik M Release, tengah melaksanakan program magang intensif di Seabreeze Cafe, Nusa Ceningan, Bali.

Kegiatan yang resmi dimulai pada 14 Maret 2026 ini bukan sekadar praktik kerja lapangan biasa. Para mahasiswa ini mengemban misi besar untuk memperkenalkan kekayaan intelektual musik tradisional daerah Ngada kepada khalayak internasional yang memadati kawasan wisata tersebut.

Diplomasi Budaya Melalui Konsep Musik “Hui”

Dalam setiap penampilannya, grup M Release membawa instrumen khas yang jarang ditemui di panggung musik modern Bali. Mereka memainkan Benyo, alat musik petik tradisional yang menyerupai ukulele, serta Foy Doa atau suling kembar khas Ngada.

Mahasiswa Magang

Yang menarik, alat-alat musik ini dimainkan dengan ritmik asli daerah yang dibungkus dalam konsep musik Hui. Strategi ini terbukti efektif menarik perhatian wisatawan asing. Tak jarang, grup ini membawakan lagu-lagu hits internasional yang diaransemen ulang dengan sentuhan ritmik Ngada, memberikan pengalaman auditif yang segar dan unik bagi para pendengar.

Dampak Positif dan Sinergi Lintas Budaya

Kehadiran mahasiswa magang ini mendapat apresiasi luas. Kevin, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan dalam wawancara pada 16 Maret 2026 bahwa mereka merasa sangat diterima oleh masyarakat lokal, pemerintah desa, hingga pihak manajemen Seabreeze Cafe.

Pak Niko, selaku Owner Seabreeze Cafe, menyampaikan optimisme besarnya terhadap program ini. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga memberikan dampak positif bagi atmosfer kafe serta memperkuat hubungan profesional antara staf dan akademisi.

Pemilik Seabreeze Cafe: Pak Niko

Senada dengan hal tersebut, Bli Gede selaku staf restoran, mencatat bahwa sikap profesional dan pembawaan diri para mahasiswa yang baik telah memudahkan terjalinnya kerja sama tim yang harmonis. Pihak kafe menilai inisiatif ini sebagai nilai tambah (added value) yang signifikan dalam memperkenalkan budaya musik daerah kepada para pengunjung global.

Staf Seabreeze Cafe

Langkah Strategis Pendidikan Musik

Bagi STKIP Citra Bakti Ngada, inisiatif program magang di pusat pariwisata dunia seperti Bali merupakan sebuah langkah strategis yang melampaui batas ruang kelas konvensional. Program ini dirancang khusus untuk mengasah mentalitas industri dan profesionalisme mahasiswa di tengah ekosistem pariwisata berskala internasional yang sangat kompetitif.

Dengan memadukan kurikulum akademis yang berbasis pada pelestarian nilai lokal dan realitas industri global yang dinamis, para mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teknik bermusik, tetapi juga kemampuan adaptasi lintas budaya. Melalui interaksi langsung dengan wisatawan asing di Seabreeze Cafe, mereka bertransformasi menjadi duta budaya yang inovatif, yang mampu mengomunikasikan identitas etnik Ngada melalui bahasa musik yang universal. Ke depannya, pengalaman ini diharapkan menjadi fondasi bagi lulusan untuk menjadi praktisi seni yang tangguh, adaptif, dan mampu membawa warna nusantara ke panggung pertunjukan yang lebih luas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *