
Di tengah arus globalisasi yang menuntut profesionalisme tinggi, ijazah akademik bukan lagi satu-satunya penentu kesuksesan seorang lulusan. Menyadari hal tersebut, STKIP Citra Bakti Ngada mengambil langkah berani dengan memperkuat instrumen Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai rekam jejak resmi kompetensi praktis mahasiswa. Dokumen ini dirancang untuk memberikan transparansi mengenai kemampuan spesifik lulusan yang tidak terangkum dalam nilai transkrip biasa, sehingga mereka memiliki daya tawar yang jauh lebih kuat di pasar kerja profesional.
Peran krusial dalam mencetak standar kualitas ini diemban oleh Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Aktivitas Instruksional (P3AI) dan PLP. Sebagai garda terdepan dalam inovasi akademik, P3AI memiliki tugas utama untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran dan aktivitas instruksional di kampus mampu menjawab tantangan zaman yang dinamis. Melalui pelatihan sertifikasi yang terukur, P3AI memberikan nilai tambah yang nyata bagi mahasiswa sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat.
Mendalami Spiritualitas Paduan Suara dan Presisi Teknik Dirigen
Sebagai wujud nyata dari visi besar tersebut, Unit P3AI yang dipimpin oleh Ibu Andi Nafsia, M.Pd., menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Mendalami Spiritualitas Musik Liturgi: Peran Paduan Suara dan Teknik Dirigen”. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan profesional bagi 77 mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik semester 5 dan 7. Mereka adalah calon-calon pemimpin musik yang dipersiapkan untuk membawa perubahan di sekolah-sekolah maupun institusi gereja.
Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 18 Februari 2026 ini menghadirkan sosok bertangan dingin, Leo Hubertus Dimas Avianto—atau yang akrab disapa Leo Dimas. Sebagai seorang director dan pelatih paduan suara profesional, Leo Dimas mengupas tuntas kurikulum yang komprehensif, mulai dari fondasi teori musik yang kokoh hingga praktik teknik dirigen yang sangat presisi. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa setiap ayunan tangan seorang dirigen bukan sekadar gerak, melainkan penyampaian pesan spiritual yang mendalam.

Dukungan Institusi: Investasi Sumber Daya Manusia
Momentum bersejarah ini dibuka secara resmi pada Senin malam (16/02) pukul 20.00 WITA oleh Ketua STKIP Citra Bakti Ngada, Dr. Dek Ngurah Laba Laksana. Dalam pidatonya yang inspiratif, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini adalah investasi besar bagi masa depan mahasiswa. Beliau berharap agar kompetensi yang didapat mampu menjadi jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat akan kualitas pendidikan musik yang mumpuni.
Antusiasme peserta pun meledak di sepanjang kegiatan. Leo Dimas secara pribadi menyatakan kekagumannya terhadap etos kerja dan disiplin tinggi para mahasiswa. Ia merasa terharu melihat bagaimana 77 peserta tersebut menunjukkan rasa lapar akan ilmu yang luar biasa.
“Mereka sangat semangat dan berusaha mendengar dari sudut pandang saya. Makanya saya senang banget mereka juga nggak ada yang berkurang jumlahnya sama sekali, dan juga semuanya ikut dari awal sampai akhir. Bahkan ke toilet saja izin gitu ya. Sebagai orang Jakarta, ke toilet izin di usia-usia perkuliahan tuh kayak jarang sekali gitu kan. Dan jadi sopan-sopan anak-anaknya, itu sangat bagus sekali., adalah hal luar biasa yang menunjukkan karakter kuat,” ungkap Leo Dimas dalam kesan-pesannya.Bagi sang pelatih, perpaduan antara keterampilan teknik dan karakter yang santun adalah kunci utama untuk menjadi musisi yang sukses di dunia nyata.

Menjadi Versi Terbaik: Proses yang Tak Berhenti
Kegiatan ini ditutup dengan sedikit motivasi pada sore hari tanggal 18 Februari. Kooprodi Pendidikan Seni Musik Ferdinandus Bate Dopo, S.Fil.M.Pd juga, memberikan pesan penutup yang membekas di hati para peserta. Beliau mengingatkan bahwa kehebatan tidaklah instan dan tidak bisa diraih hanya dalam waktu dua hari. Namun, pelatihan ini adalah fondasi kokoh yang harus terus dibangun secara mandiri.
Harapan besarnya adalah agar para mahasiswa tidak berhenti belajar setelah sertifikat di tangan. Mereka didorong untuk terus berlatih dengan disiplin tinggi agar mampu menjadi versi terbaik dari diri mereka masing-masing, siap menghadapi tantangan di sekolah maupun di masyarakat dengan bekal mental dan sertifikasi kompetensi yang telah mereka genggam.
Dengan berakhirnya agenda besar ini, STKIP Citra Bakti Ngada kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mahir secara praktis dan matang secara spiritual.



