
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Citra Bakti menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya Daerah sebagai luaran pembelajaran sekaligus penilaian akhir semester Mata Kuliah Ilmu Budaya Daerah bagi mahasiswa PGSD Semester I. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Aula STKIP Citra Bakti Ngada. Pagelaran berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WITA, dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan selama tiga angkatan dan menjadi bagian penting dalam upaya membekali mahasiswa calon guru Sekolah Dasar dengan pemahaman budaya yang komprehensif, apresiatif, dan aplikatif.
Pagelaran ini menampilkan berbagai objek pemajuan kebudayaan yang berbasis pada latar belakang etnis mahasiswa. Ragam pertunjukan yang disajikan meliputi seni pertunjukan, adat istiadat, simbol budaya, serta kuliner atau pangan lokal dari sejumlah etnis, antara lain Etnis Ngadhu Bhaga, Soa, Riung, Manggarai, Ende Lio, dan Nagekeo. Melalui kegiatan ini, terjalin pula interaksi edukatif antarmahasiswa lintas etnis yang mendorong tumbuhnya sikap kolaboratif serta apresiasi terhadap keberagaman budaya.
Secara strategis, pagelaran seni budaya ini berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dan praktik. Adapun tujuan pelaksanaannya meliputi pemberian pemahaman konseptual yang benar mengenai kebudayaan dan warisan budaya daerah, pembekalan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang masih hidup dan berkembang di masyarakat, pelatihan integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran di Sekolah Dasar melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya, serta penumbuhan sikap apresiatif terhadap keberagaman budaya dan kemampuan berinteraksi antar etnis.
Dosen pengampu Mata Kuliah Ilmu Budaya Daerah, Ermelinda Yosefa Awe, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan pembelajaran yang sistematis. Pada tahap awal perkuliahan, mahasiswa terlebih dahulu dibekali pemahaman mengenai konsep kebudayaan yang benar, ruang lingkup warisan budaya, serta sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan, yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.
Tahap awal tersebut difokuskan pada proses pengenalan, pemahaman, dan penumbuhan apresiasi agar mahasiswa memiliki fondasi yang kuat sebelum mengintegrasikan OPK ke dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, mahasiswa juga melakukan studi lapangan untuk mengidentifikasi warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Hasil studi tersebut kemudian menjadi dasar dalam merancang pagelaran seni budaya yang edukatif, kontekstual, dan relevan dengan pembelajaran berbasis budaya.
Dalam pelaksanaannya, kendala yang dihadapi relatif ringan. Mahasiswa Semester I masih memerlukan penyesuaian dalam hal manajemen diri dan pengaturan waktu seiring dengan proses adaptasi terhadap ritme perkuliahan. Selain itu, terdapat kendala pada pemahaman awal mahasiswa serta koordinasi antarkelompok etnis. Kendala-kendala tersebut dapat diatasi melalui pendampingan dosen, diskusi rutin, serta pembagian tugas yang jelas. Kebutuhan properti dan perlengkapan budaya juga terbantu melalui dukungan keluarga dan lingkungan mahasiswa. Secara keseluruhan, seluruh kendala dapat diatasi secara kolaboratif sehingga kegiatan pagelaran berlangsung dengan lancar dan sesuai tujuan.
Ketua STKIP Citra Bakti, Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Pagelaran Seni Budaya Daerah merupakan bentuk implementasi nyata pembelajaran berbasis budaya yang selaras dengan visi STKIP Citra Bakti. Menurutnya, kegiatan ini membekali mahasiswa PGSD dengan fondasi pemahaman budaya yang kuat, sehingga mereka mampu mengidentifikasi, melestarikan, dan mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, sekaligus berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan melalui jalur pendidikan.
Secara keseluruhan, Pagelaran Seni Budaya Daerah memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan aplikatif bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengidentifikasi, mengapresiasi, serta mengintegrasikan warisan budaya ke dalam pembelajaran berbasis budaya. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan calon guru Sekolah Dasar yang berkarakter, apresiatif terhadap keberagaman budaya, dan berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan daerah.



