
Ngada, 26 Februari 2026 – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bakti resmi memulai rangkaian kegiatan Magang Tahun 2026 bagi ratusan mahasiswanya. Bertempat di kampus STKIP Citra Bakti, kegiatan pembekalan ini dibuka secara resmi pada hari Kamis, 26 Februari 2026, dengan semangat baru yang tertuang dalam tema: “Magang Berdampak: Menginspirasi dengan Karya, Mengabdi dengan Aksi”. Transformasi Paradigma: Magang vs PLP 2. Dalam sambutan pembukaannya, Ketua STKIP Citra Bakti, Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd., memberikan penegasan penting mengenai arah kebijakan magang tahun ini. Beliau menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara program Magang dengan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2.”Jika PLP 2 berfokus pada praktik pembelajaran terbimbing, maka magang menuntut keterlibatan yang lebih luas, lebih mandiri, dan lebih berdampak,” tegas Dr. Laba Laksana. Beliau menambahkan bahwa mahasiswa hadir di lembaga mitra bukan hanya sekadar untuk belajar secara pasif, melainkan harus mampu menghadirkan kontribusi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mitra dan masyarakat luas.

Lima Pilar Arahan Ketua Sekolah
Guna memastikan keberhasilan program, Dr. Laba Laksana menitipkan lima arahan strategis bagi seluruh peserta magang:
- Menjaga Marwah Institusi: Mahasiswa adalah wajah kampus. Sikap sopan, santun, disiplin, dan tanggung jawab harus menjadi identitas utama di lokasi magang.
- Profesionalisme Kerja: Kedisiplinan waktu, kerapian berpakaian, dan kepatuhan terhadap aturan mitra menjadi kunci keberhasilan adaptasi.
- Sikap Proaktif: Mahasiswa didorong untuk tidak pasif menunggu perintah, melainkan aktif menawarkan bantuan dan mengambil inisiatif dalam berbagai kegiatan di lembaga mitra.
- Penciptaan Luaran Berdampak: Setiap mahasiswa diharapkan menghasilkan karya nyata, baik berupa inovasi media pembelajaran, program kerja kreatif, maupun solusi bagi kendala di lapangan.
- Refleksi Diri: Pengalaman lapangan ini harus dijadikan ruang untuk memperbaiki diri serta menguatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa.
Kesiapan Peserta dan Sebaran Wilayah
Ketua Panitia, Andi Nafsia, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya merinci bahwa total mahasiswa yang terlibat mencapai 292 orang. Antusiasme ini datang dari berbagai program studi dengan rincian sebagai berikut:
- PGSD: 90 mahasiswa (Lokasi: Riung Barat).
- PG-PAUD: 74 mahasiswa (Lokasi: Ende).
- PJKR: 71 mahasiswa (Lokasi: Bajawa, Golewa, Boawae, Mauponggo, Ende, hingga klub olahraga).
- Pendidikan Musik: 24 mahasiswa (Lokasi: Boawae hingga wilayah Bali).
- Pendidikan IPA: 17 mahasiswa (Lokasi: Bajawa, Golewa, dan Boawae).
- Pendidikan Matematika: 16 mahasiswa (Lokasi: Waelengga).
Khusus bagi program studi PJKR, pembekalan akan berlangsung intensif hingga akhir Maret sebelum diterjunkan ke sekolah dan klub olahraga pada bulan April. Sementara itu, program studi Pendidikan Musik akan melakukan ekspansi hingga ke wilayah Bali dengan dukungan pendanaan khusus guna memaksimalkan serapan pengalaman industri musik di sana.

Harapan dan Target Luaran
Panitia penyelenggara menargetkan bahwa melalui magang satu semester ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga bertransformasi menjadi calon tenaga profesional yang tangguh. “Kami berharap dengan dukungan penuh dari pimpinan, dosen, dan mitra, kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan,” pungkas Andi Nafsia. Setelah fase pembekalan ini, tahapan selanjutnya adalah Penerjunan Mahasiswa dan FGD yang dijadwalkan pada 9–10 Maret 2026, diikuti oleh masa pelaksanaan penuh hingga penarikan mahasiswa pada pertengahan Juni mendatang.



