Home / Update / Prodi Pendidikan IPA STKIP Citra Bakti Gelar Pelatihan Nasional Lima Hari Laboran IPA, Perkuat Kompetensi Berstandar Nasional dan Praktik Baik Internasional

Prodi Pendidikan IPA STKIP Citra Bakti Gelar Pelatihan Nasional Lima Hari Laboran IPA, Perkuat Kompetensi Berstandar Nasional dan Praktik Baik Internasional

Ngada, Flores, NTT, 26 Februari 2026 – Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) STKIP Citra Bakti bersama mitra Lembaga Pusat Kajian Manajemen Indonesia (LPKMI) menyelenggarakan Pelatihan Nasional Lima Hari Laboran IPA secara daring melalui Zoom pada 16 sampai 20 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 29 mahasiswa Prodi Pendidikan IPA dan didampingi oleh para dosen program studi Pendidikan IPA.

Pelatihan dibuka dengan sambutan Ketua STKIP Citra Bakti Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd dan sambutan Ketua LPKMI Masdir Nurdin, sebagai penegasan kolaborasi penguatan kompetensi laboran yang relevan dengan kebutuhan tata kelola laboratorium pendidikan masa kini.

Pelatihan dibuka dengan sambutan Ketua STKIP Citra Bakti Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd dan sambutan Ketua LPKMI Masdir Nurdin, sebagai penegasan kolaborasi penguatan kompetensi laboran yang relevan dengan kebutuhan tata kelola laboratorium pendidikan masa kini.

Secara substansi, materi pelatihan disusun berjenjang selama lima hari dengan durasi 8 JP per hari yang disampaikan oleh narasumber sekaligus instruktur yang berkompeten di bidang manajemen dan pengelolaan laboratorium pendidikan, yaitu Ir Heriyanto, M.Si. Hari pertama memfokuskan dasar laboratorium IPA, mulai dari kebijakan dan regulasi, peran dan kompetensi laboran, etika kerja, hingga pengantar K3.

Hari kedua memperkuat manajemen dan administrasi laboratorium, termasuk inventaris alat dan bahan, administrasi laboratorium, penyusunan jadwal, serta tata tertib, melalui kombinasi teori, studi kasus, dan simulasi.

Pada hari ketiga, peserta diarahkan pada penguasaan aspek teknis alat dan bahan laboratorium IPA, mencakup penyiapan alat praktikum serta pengelolaan bahan kimia dan non-kimia sesuai standar K3 dan administrasi laboratorium.

Materi juga menautkan praktik laboratorium pendidikan dengan rujukan regulasi dan praktik baik standar internasional, termasuk prinsip kompetensi laboratorium dan pengendalian dokumentasi.

Hari keempat difokuskan pada praktik laboratorium dan K3 (praktik penuh), meliputi penggunaan alat secara aman, penerapan APD sesuai risiko, serta simulasi penanganan awal kecelakaan kerja di laboratorium.

Sesi ini menekankan pembentukan budaya keselamatan yang terukur dan dapat dipraktikkan dalam operasional laboratorium sekolah maupun kampus.

Puncak kegiatan pada hari kelima adalah workshop penyusunan SOP, simulasi tugas laboran, posttest, dan evaluasi.

Pada sesi ini peserta diarahkan menghasilkan dokumen kerja yang bisa diterapkan, sejalan dengan target kompetensi pelatihan, yaitu kemampuan menyusun SOP laboratorium IPA sekolah dan melaksanakan simulasi tugas laboran secara lengkap.

Koordinator Program Studi Pendidikan IPA Maria Yuliana Kua, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk penguatan implementasi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) di lingkungan Program Studi Pendidikan IPA, sehingga profil lulusan sebagai calon laboran memiliki bukti kompetensi yang lebih berkualitas dan berstandar nasional.

Sementara itu, narasumber menegaskan bahwa pembelajaran standar yang digunakan dalam pelatihan membuka peluang kerja yang lebih luas karena peserta diperkenalkan pada standar nasional serta praktik baik standar internasional, termasuk kerangka ISO yang relevan untuk tata kelola laboratorium pendidikan. Pada materi hari kelima, rujukan praktik baik mencantumkan ISO 9001:2015, ISO/IEC 17025:2017, ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, serta GHS sebagai bagian dari fondasi pengendalian mutu, K3, lingkungan, dan pelabelan bahan kimia.

Sebagai indikator capaian, panitia mencatat nilai rata-rata posttest 94,35 dari 100. Selain itu, salah satu contoh output nyata adalah dokumen SOP Penggunaan Alat Ukur Neraca Digital/Ohaus bernomor SOP-LAB-ALAT-01 bertanggal 16 Februari 2026, yang memuat tujuan, ruang lingkup, aspek bahaya, APD, persyaratan, langkah pelaksanaan, dan dokumen terkait, serta rujukan ISO/SNI/IEC 17025:2017 dan Good Laboratory Governance.

Pada sesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Implementation Arrangement (IA) antara STKIP Citra Bakti dan Lembaga Pusat Kajian Manajemen Indonesia (LPKMI) sebagai komitmen penguatan kerja sama pengembangan kompetensi laboran IPA. Selain itu, panitia mengumumkan peserta terbaik, yaitu: (1) Agustina Wele; (2) Yohana Laudasarni; dan (3) Maria Anggrilia Dhone.

Melalui pelatihan ini, Prodi Pendidikan IPA STKIP Citra Bakti menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran sains berbasis praktikum yang aman, tertib, dan berorientasi mutu, sekaligus memperkuat daya saing mahasiswa melalui pengakuan kompetensi yang terukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *