Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus bergerak, hadir sosok pemimpin yang tidak hanya berpikir tentang hari ini, tetapi juga menata arah masa depan dengan penuh kesadaran. Ia dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam prinsip, namun tetap mendorong dengan cara yang membangun. Ketegasan baginya bukanlah tekanan tanpa arah, melainkan energi yang menggerakkan setiap individu untuk bertumbuh dan melampaui batas diri.
Sebagai pemimpin, ia memahami bahwa keberhasilan institusi tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari proses panjang yang penuh tantangan. Tekanan kerja yang hadir tidak dijadikan sebagai beban, melainkan sebagai ruang pembelajaran untuk memperkuat mentalitas profesional dan daya juang tim. Dengan visi jangka panjang, setiap kebijakan yang diambil selalu diarahkan pada keberlanjutan mutu, penguatan budaya akademik, serta lahirnya generasi yang adaptif dan berdaya saing.

Gaya kepemimpinannya lugas dan terarah. Ia berbicara seperlunya, namun setiap keputusan membawa pesan yang jelas: berkembang adalah pilihan yang harus diperjuangkan bersama. Melalui pendekatan yang sistematis, ia mengasah kemampuan bawahan dengan memberi ruang belajar, kepercayaan, dan tanggung jawab nyata. Bagi beliau, pemimpin bukan sekadar pemberi instruksi, tetapi fasilitator yang menyalakan potensi, melatih kompetensi, dan mendorong lahirnya prestasi.
Pendekatan kepemimpinannya mencerminkan keseimbangan antara ketegasan dan empati. Ia mampu melihat potensi tersembunyi dalam diri setiap staf, lalu mengarahkannya melalui target yang jelas dan evaluasi yang konstruktif. Dalam setiap langkah, tersirat keyakinan bahwa kualitas manusia adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan lembaga.
Pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang pengaruh yang menginspirasi. Sosok ini membuktikan bahwa dengan kecerdasan visi, keberanian berjuang, serta komitmen membangun orang lain, prestasi bukan sekadar harapan melainkan hasil dari proses yang dirancang dengan penuh kesungguhan. Jejak kepemimpinan tidak hanya dikenang dari kebijakan yang tertulis, tetapi dari manusia-manusia yang tumbuh karenanya.
Dalam setiap langkahnya, ia menghadirkan makna DNLL. DNLL bukan sekadar rangkaian inisial, melainkan filosofi kepemimpinan yang hidup. D= Dukungan yang ia berikan menjadi akar yang menguatkan, N= Nyala potensi yang ia bangkitkan menjadi cahaya bagi perjalanan banyak orang. L= Latih kompetensi mencerminkan kesabaran menempa, karena kualitas lahir dari proses yang berulang dan jujur hingga pada akhirnya prestasi lahir bukan sekadar sebagai pencapaian, tetapi sebagai doa yang menemukan bentuknya, L= Lahirkan prestasi bukan tujuan akhir, melainkan buah alami dari manusia-manusia yang tumbuh, percaya diri, dan dimampukan. Dalam DNLL, kepemimpinan menjelma sebagai perjalanan memanusiakan manusia, agar capaian tidak hanya tercatat, tetapi juga bermakna. Begitulah kepemimpinan ini berjalan, tenang namun pasti, tegas namun menghidupkan, meninggalkan jejak yang bukan hanya terlihat, tetapi juga terasa dalam setiap langkah menuju masa depan.
DNLL, Dukung, Nyalakan potensi, Latih kompetensi, Lahirkan prestasi
DNLL, Dek Ngurah Laba Laksana, Ketua STKIP Citra Bakti

Dengan hati yang penuh hormat, kami mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan yang tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar menghidupkan. Dalam setiap ketegasan, kami menemukan arah; dalam setiap dorongan, kami belajar melampaui batas diri. Ada langkah yang mungkin terasa berat, ada harapan yang kadang diuji, namun melalui tangan kepemimpinan ini kami diajarkan bahwa bertumbuh selalu membutuhkan keberanian.
Terima kasih telah menjadi cahaya yang tidak selalu terlihat terang, tetapi cukup hangat untuk menuntun kami berjalan lebih jauh, berjalan bersama. Semoga setiap jejak pengabdian kembali sebagai doa yang baik, setiap usaha menjelma menjadi prestasi, dan setiap ketulusan menjadi kisah yang terus hidup dalam perjalanan kami ke depan. Akhir dari tulisan ini, kutipan pepatah dari John C. Maxwell, “Jalan yang paling jelas menuju kesuksesan adalah selalu mencoba, setidaknya satu kali lagi”… Inilah ungkapan yang sering dilontarkan oleh DNLL… dan dalam kepemimpinan inilah kami belajar bahwa keberanian untuk mencoba kembali, meski dalam tekanan, seringkali menjadi awal lahirnya prestasi yang paling bermakna. Tima tii woso pak Ketua. Bravo.
(Efrida Ita)




One Comment
Semoga selalu sehat dan terus menginspirasi tiap elemen civitas CBN.